5 tips membangun dan membina rumah tangga yang islami

sering orang menggunakan Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal tidak
semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus
dalam kemusyrikan karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa
menyelamatkannya.

Dalam membangun rumah yang Islami,
sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

Tetangga yang Baik

Pilihlah rumah di antara tetangga
yang baik (kecuali jika anda adalah da´i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab
jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman.
Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.

Pilihlah tetangga (lihat calon
tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan
perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat
(bepergian). (HR. Al Khatib)

Nabi Saw berdoa: "Ya Allah,
aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya
tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah." (HR. Ibnu
'Asakir)

Tiap empat puluh rumah adalah

tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah
kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi).

Usahakan agar tetangga anda cukup
makannya:

Tiada beriman kepadaku orang
yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia
mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

Hendaknya rumah cukup luas (tidak
terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).

Di antara kebahagiaan seorang
muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang
meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Rumah yang terlampau luas,
misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan "Rumah Gedong" di mana tetangga
satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di
dalam "Istana" mereka.

Sebaliknya rumah yang terlalu
sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di
rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan
para tetangganya.

Luas rumah yang ideal
(pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.

Jangan
Membangun Rumah Megah

Dalam membangun rumah, janganlah
terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan
merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman.

"Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu" [At Takaatsur:1]

Ketika ditanya tanda-tanda hari
kiamat Nabi menjawab: "Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan
dengan gedung" [HR Muslim]

Belum akan datang kiamat
sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR.
Bukhari)

Jangan membangun rumah yang
terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak
mendapat sinar matahari atau angin.

Ketika ditanya tanda-tanda hari
kiamat Nabi menjawab: "Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya.
Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta
masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat." [HR Muslim]

Buatlah Rumah yang Baik

"...menghalalkan bagi mereka segala
yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk..." [Al A´raaf:157]

Katakanlah: "Tidak sama yang
buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka
bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat
keberuntungan." [Al Maa-idah:100]

Rumah yang baik adalah rumah yang
sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak
lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak
perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara
segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak
tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

Rumah juga harus kuat dan aman.
Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika
misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri
anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah
tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

Sebaiknya rumah minimal terdiri
dari 3 kamar. Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi
untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu
sehingga pria-wanita bercampur.

Hendaknya aurat dari lawan jenis
(kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.

"Hai orang-orang yang beriman,
hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang
yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu
hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian
(luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi
kamu" [An Nuur:58]

Buatlah Rumah
yang Indah

Allah senang keindahan. Manusia
pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah.
Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan

Sesungguhnya Allah indah dan
senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya
hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)

Rumah Harus
Bermanfaat atau Fungsional

Selain indah setiap bagian rumah
juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak
bermanfaat.

Dari Abu Hurairoh ra, dia
berkata: "Rosululloh SAW bersabda: "Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang
ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat." (Hadits hasan, diriwayatkan
Tirmidzi dan lainnya)

WC Jangan
Mengarah/Membelakangi Kiblat

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila
engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing
atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih
Muslim No.388)

Usahakan agar rumah anda mengarah ke
kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah
ke WC.

Usahakan di rumah ada shower atau
kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang
mengalir.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah
seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika
dalam keadaan junub." Dikeluarkan oleh Muslim.

Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari
WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

Rumah Harus Bersih

Rumah yang kotor tidak sehat. Karena
akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah
dibersihkan.

Sesungguhnya Allah baik dan menyukai
kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada
kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu
bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR.
Tirmidzi)

Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk
sampah di halaman rumah.

Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah

Umar berkata, "Kami tidak
memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu." [HR
Bukhari]

Ibnu Abbas shalat di dalam biara
(tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HR
Bukhari]

Jangan Memelihara Anjing

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia
berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang
siapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka
setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)

Peliharalah
Anak Yatim

Jika anda berkelebihan, asuhlah
anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.

Sebaik-baik rumah kaum muslimin
ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh)
dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya
terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu
Majah)

Tanamlah Pohon
agar Teduh dan Sejuk

Tanamlah pohon di rumah anda
sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang
dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah
sebagai berikut:

"Dan naungan (pohon-pohon surga itu)
dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya." [Al
Insaan:14]

Jika rumah anda luas mungkin anda
bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang,
bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon
besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena
tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

http://syiarislam.wordpress.com

0 comments:

Post a Comment

Video Gallery